
Lombok Utara, 19 Juli 2026 – Semangat demokrasi, kebersamaan, dan kepemimpinan kembali mewarnai kehidupan santri di Pondok Pesantren Mamba’ul Bayan Nahdlatul Wathan. Setelah melalui proses pemilihan yang berlangsung secara demokratis pada Sabtu, 18 Juli 2026, malam ini Ahad malam Senin, 19 Juli 2026, kepengurusan Organisasi Santri (ORSAS) resmi dilantik oleh Pimpinan Pondok Pesantren Mamba’ul Bayan Nahdlatul Wathan.
Pemilihan ORSAS menjadi salah satu momentum penting dalam pembelajaran kepemimpinan di lingkungan pesantren. Seluruh santri menggunakan hak pilihnya secara langsung untuk menentukan pemimpin organisasi santri periode berikutnya. Proses pemilihan berlangsung tertib, aman, penuh semangat, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas dan ukhuwah Islamiyah.

Tiga santri terbaik tampil sebagai calon Ketua ORSAS, yaitu Angga Saputra dari Mumbulsari, Imam Ghazali dari Senaru, dan Tiara Alika dari Akar-Akar. Ketiganya mengikuti seluruh tahapan pemilihan dengan penuh tanggung jawab dan menunjukkan semangat kompetisi yang sehat.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, Angga Saputra dipercaya oleh mayoritas santri untuk mengemban amanah sebagai Ketua ORSAS Pondok Pesantren Mamba’ul Bayan Nahdlatul Wathan.
Pelantikan yang digelar pada Ahad malam Senin, 19 Juli 2026, menjadi awal pengabdian kepengurusan baru dalam menjalankan roda organisasi santri. Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren sebagai simbol penyerahan amanah sekaligus penguatan komitmen untuk membangun organisasi yang lebih aktif, disiplin, kreatif, dan berakhlakul karimah.
Melalui ORSAS, pondok berharap lahir generasi pemimpin yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, dan jiwa pengabdian. Pemilihan ini bukan sekadar menentukan seorang ketua, melainkan menjadi bagian dari proses pendidikan karakter, latihan berdemokrasi, dan pembentukan kepemimpinan yang akan menjadi bekal santri dalam mengabdi kepada agama, masyarakat, dan bangsa.
Dengan kepengurusan yang baru, ORSAS diharapkan mampu menjadi motor penggerak berbagai kegiatan santri, memperkuat budaya disiplin, meningkatkan kreativitas, serta mempererat persaudaraan di lingkungan Pondok Pesantren Mamba’ul Bayan Nahdlatul Wathan. Semangat baru telah dimulai, dan harapan besar kini berada di pundak para pengurus untuk membawa ORSAS semakin maju dan memberi manfaat bagi seluruh keluarga besar pesantren.
![]() | Ust. Kamah Yudiarto, QH.,S.Sy.,S.SosPimpinan Yayasan |